Jumat, 28 Mei 2021
Sabtu, 13 Februari 2021
Mengejar khayal
#PecundangSejati
#BelajarNulis
Waktu tak lagi mau menunggu
Saat menjadi tua tanpa muda dilalui
Saat senja meninggalkan mentari
Saat bumi menanti raga yang layu
Waktu seperti berjalan sendiri
Tak ada jeda terhenti, terus berlalu
Saat jiwa tak lagi memiliki raga
Senin, 28 September 2020
Takut ku
Rabu, 08 Januari 2020
"Celoteh Bengak
Mungkin sebuah nasib ataukah takdir?
Pernah nak jadi seorang penyair, tapi kosakata kurang... Hanya terdengar seperti celoteh nyinyir...
Pernah juga nak jadi penyanyi, apalah daya suara tak sampai... Hanya terlihat seperti orang sedang memaki....
Ah....ntahlah.....beranikan diri banting stir jadi montir, bongkar mesin tangan terkilir...
Coba pulak jadi juru parkir, mundur-mundur malah tergelincir....
Ntah apa nak dibuat, jadi tukang angkat badan tak kuat....
Nak jadi pedagang, habis modal kena bedal
Nak jadi pengusaha kuliner, buat makan sendiri pun keblinger....
Mungkin sebuah nasib ataukah takdir?
Akhirnya dapat kerja di kantor, pakaian bersih tapi otaknya yang kotor, hanya pandai tipu-tipu saat ngelapor....
Nasib yang tak mujur kah atau takdir yang buat tersingkir....
Coba semua, gagal semua......
Kerja keras hanya buat makin beringas....
Terlalu Semangat hanya buat badan sekarat...
Ambisi tinggi hanya buat jiwa berhalusinasi...
Mungkin sebuah nasib ataukah takdir...
Minggu, 17 Februari 2019
Bukan itu
#goresan tangan 180918
#pecundangSejati
Bukan puisi
Ini bukan sebuah puisi
Yang berisikan romantisnya cinta
Ini hanyalah goresan tangan sang pendusta
Yang tak mampu untuk mengarungi lautan dosa
Ini bukan sebuah puisi
Yang berisikan indahnya alam semesta
Ini hanyalah goresan tangan sang pecundang
Yang tak mampu untuk berjuang jadi pemenang
Ini bukan sebuah puisi
Yang berisikan kata menembus imajinasi
Ini hanyalah luapan emosi sang kurcaci
Yang tak mampu berdiri untuk harga diri
Ini bukan puisi
Yang berisikan untaian kata menggoda
Ini hanyalah ungkapan hati yang tersakiti
Yang tak mampu dikhianati sebuah ambisi
Ini bukan puisi
Ini hanyalah syair nyinyir bukan untuk menyindir
Selasa, 12 Februari 2019
Pecundang sakti
Pecundang sakti...
Kaulah si pecundang sakti....
Yang berjalan kian kemari tak ada yang perduli..
Terjatuh berulang-ulang kali..
Yang membuatmu nyaris mati untuk kesekian kali...
Kaulah si pecundang sakti...
Yang menembus batas meraih mimpi
Melewati sejuta sunyi yang Mengasihi
Meskipun hati kecilmu yang kedinginan sepi
Kaulah si pecundang sejati....
Yang terbang meraih berjuta bintang
Melahap gelap yang menantang
Meskipun terang tak pernah menang
Kaulah si pecundang sakti
Yang tak pernah kalah oleh ambisi
Menerjang karang yang menghalangi
Meskipun lelah merenggut emosi
Kaulah si pecundang sakti...
Yang terjebak dalam narasi cerita fiksi
Merangkul imajinasi juga memangku halusinasi....
Kamis, 09 Februari 2017
Si Ular Kadut
Wahai kau si Ular Kadut. . .
Badanmu gendut sampai kebuntut. . .
Hanya mampu jalan beringsut. . .
Menembus malam ditengah kabut. . .
Wahai kau si Uar Kadut. . .
Gerakmu lembut begitu imut. . .
Begitu gemulai kau menyikut. . .
Menutup ganasmu seperti penakut. . .
Wahai kau si Ular Kadut. . .
Kepala menyikuti buntut. . .
Wahai kau si Ular Kadut. . .
Pengecut yang membuat ribut. . .