Kamis, 09 Februari 2017

Si Ular Kadut

Wahai kau si Ular Kadut. . .
Badanmu gendut sampai kebuntut. . .
Hanya mampu jalan beringsut. . .
Menembus malam ditengah kabut. . .

Wahai kau si Uar Kadut. . .
Gerakmu lembut begitu imut. . .
Begitu gemulai kau menyikut. . .
Menutup ganasmu seperti penakut. . .

Wahai kau si Ular Kadut. . .
Kepala menyikuti buntut. . .

Wahai kau si Ular Kadut. . .
Pengecut yang membuat ribut. . .

Jumat, 27 Januari 2017

kepalsuan

nyanyian lengang mengecoh sunyi
seakan berdendang walau tak berbunyi
gemerlap bintang seakan mengecoh malam
seakan benderang dalam kelam. . .

relung jiwa

aku. . .
hanya tersandar di ujung nafas kehidupan
tak mampu untukku gerakkan. . . .
raga ini hanya bisa kaku membeku
menunggu kabut kematian menyelimutiku
aku. . .
tak mampu lagi kaki menapak
lelah diri untuk berdiri tegak
jiwa ini bisa diam membisu. .
menunggu jeritan ajal memanggilku. . .
aku. . .
hanya menanti jilatan api
memelas merasakan panas
meregang perih rasa bara
akankah terhindar dari neraka
aku. . .