Kamis, 09 Februari 2017

Si Ular Kadut

Wahai kau si Ular Kadut. . .
Badanmu gendut sampai kebuntut. . .
Hanya mampu jalan beringsut. . .
Menembus malam ditengah kabut. . .

Wahai kau si Uar Kadut. . .
Gerakmu lembut begitu imut. . .
Begitu gemulai kau menyikut. . .
Menutup ganasmu seperti penakut. . .

Wahai kau si Ular Kadut. . .
Kepala menyikuti buntut. . .

Wahai kau si Ular Kadut. . .
Pengecut yang membuat ribut. . .

Jumat, 27 Januari 2017

kepalsuan

nyanyian lengang mengecoh sunyi
seakan berdendang walau tak berbunyi
gemerlap bintang seakan mengecoh malam
seakan benderang dalam kelam. . .

relung jiwa

aku. . .
hanya tersandar di ujung nafas kehidupan
tak mampu untukku gerakkan. . . .
raga ini hanya bisa kaku membeku
menunggu kabut kematian menyelimutiku
aku. . .
tak mampu lagi kaki menapak
lelah diri untuk berdiri tegak
jiwa ini bisa diam membisu. .
menunggu jeritan ajal memanggilku. . .
aku. . .
hanya menanti jilatan api
memelas merasakan panas
meregang perih rasa bara
akankah terhindar dari neraka
aku. . .

Selasa, 04 Juni 2013

Kalbu Kembali

Hempasan angin menerjang paru lemahku
Saat panah hujan menyerang wajahku
Tak hempas badai menghadang
Mengurung abu abu kilaf hidupku

Tak lekang waktu karang yang menyusu
terlalu lemah bayi jiwa meratapi mati
Hingga terburai buai melewati 
saat buih meracau merayu malu
Sebarkan bau amis garam terpintal

langit lelah berucap
Tak ada lagi yang berani
Berteman surya yang membara
sedang wajah langit memerah merona
Mendengar jeritan awan mega kelabu
Yang terbalut lembayung biru meronta

Melepas angin masih mengikat dada
Akan abu abu kilaf hidupku. . .

Kamis, 02 Mei 2013

Hampa

Dengarkan jeritan dari kolong cakrawala
Berbisik lirih merasuki kehampaan jiwa
Itulah Pesan dari ujung surga
Yang tak terdengar oleh telinga kecilmu

Coba kepakan sayap angkuhmu. . .
Selusuri kaki langit cari jawabnya
Tajamkan bening mata hitammu
Pandangi sudut kelam harapku
Untaian air mata yang terlukis di relung hati
Menambah galeri awan hitam di awang-awang
Menumpahkan gundah waduk kesunyian
Dan meniduri setiap malam gersang rinduku. .
.

Dibalik Bumi